Arti Penting Code to Text Ratio dalam Optimasi Mesin Pencari (SEO)
Sebagaimana kita ketahui, mesin-mesin pencari seperti google dan teman-temannya, dalam memberikan hasil pencarian, mendasarkan pada relevansi antara kata/frase yang dicari terhadap isi dari suatu halaman web yang ditampilkan. Berarti, apabila isi dari suatu halaman web tidak relevan dengan kata/frase yang dicari (biasa kita sebut keyword), maka halaman web tersebut tidak akan ditampilkan dalam hasil pencarian (SERP).
Mungkin kita sudah merasa bahwa halaman web kita benar-benar sudah relevan dengan keyword yang kita inginkan. Tapi, mengapa kita masih saja kalah dengan halaman web lain yang justru, menurut kita, kurang relevan ? Ada banyak faktor yang menyebabkan hal ini. Salah satunya, yang justru seringkali terlewatkan oleh para webmaster, adalah Code to text ratio.
Code to text ratio itu apa sih?
Gampangnya, Code to text ratio itu adalah perbandingan antara teks asli dengan kode-kode yang digunakan dalam suatu halaman web, baik itu berupa tag-tag html, css, sekrip-sekrip maupun yang lain-lainnya. Rasio ini dalam satuan persen. Semakin besar rasionya, semakin bagus.
Mengapa penting?
Walaupun algoritma yang digunakan search engine itu sebenarnya rahasia, tapi sebagaimana banyak diketahui oleh para SEO-ers, bahwa beberapa search engine menggunakan code to text ratio ini dalam algoritma mereka. Bahkan, beberapa search engine sebelum meng-crawl halaman web, terlebih dahulu menghitung jumlah kode-kode yang dipakai dalam halaman web kemudian membandingkannya dengan jumlah teks asli untuk menghitung seberapa besar relevansi dari halaman web tersebut.
Gampangnya begini, spider-nya search engine itu, dalam rangka meng-crawl (meraba-raba) halaman-halaman web untuk disimpan dalam gudangnya, pada dasarnya yang ditangkap hanyalah isi dari halaman tersebut. Jadi, kalau halaman web kita terlalu banyak kode-kode daripada teks asli, maka search engine akan menangkap sesuatu yang justru bukan teks asli halaman web kita. Isi asli halaman kita terkubur oleh kode-kode tersebut. Berabe deh…
Bagaimana cara cara mendapatkan rasio itu?
Code to text ratio didapat dengan cara membagi ukuran (byte) teks asli dengan ukuran (byte) halaman web.
Atau kalau tidak ingin bersusah-susah, sudah banyak situs yang menyediakan tool untuk mengukur besarnya code to text ratio ini. Salah satunya bisa Anda dapatkan di SEO Tools - Code to Text Ratio.
Bagaimana cara agar halaman web kita tidak berisi terlalu banyak kode-kode?
Para ahli SEO memberikan beberapa tip, supaya isi pokok bahasan dalam halaman web kita tidak terkubur oleh kode-kode, yaitu antara lain:
- Jangan meletakkan javascript dan CSS langsung di dalam halaman web.
- Dalam mengatur layout halaman, jangan menggunakan table, gunakan saja pengaturan via CSS. Tabel hanya digunakan untuk menampilkan data tabular.
- Jangan biarkan ada tag-tag html yang tidak ada tujuannya.
- Gunakan kode-kode yang valid dalam halaman web Anda. Seperti yang pernah dibahas maseko ini.
referensi:
Tulisan lain terkait tulisan di atas:
Sudah ada 12 komentar
-
berapa nilai yang dianggap bagus buat Code to Text Ratio ini?
maseko terakhir posting di blognya tentang.. Mengecek Domain Secara Cepat dengan Domize
-
#1 maseko
Semakin besar semakin bagus mas, jadi ndak ada nilai standarnya. Tergantung kompetitor sampeyan.
Kalau diliat dari formulasinya, jumlah byte teks asli dibagi dengan jumlah byte seluruh halaman web. Berarti, kalau rasionya semakin besar, jumlah teks asli nya yang akan di crawl oleh spider semakin besar. Akan sangat berpengaruh pada tingkat relevansi dengan keyword yang dicari.
begitu kira-kira mas. -
hiks…sumpah enggak ngerti maksudnya
* kabur sebelum dibilang tulalit

afin terakhir posting di blognya tentang.. TONGKAT MADURA MILIK MAYA -
Cukup rumit menghitung rasionya ya Pak? Ada software untuk ngitungnya nggak?
Rafki RS terakhir posting di blognya tentang.. Pilihan Pahit Mencabut Subsidi
-
wah saya juga bingung nih..
baru tau kalo rasio code ma text asli di itung-itung gini..makasi y mas
robee terakhir posting di blognya tentang.. Nilai UTS sudah Keluar
-
#3 mbak Afin
Jangankan sampeyan, mbak. wong saya saja baca tulisan saya sendiri bingung.

#4 Pak Rafki
Sebenernya tidak rumit kok, pak. Hanya, saya-nya yang harus belajar banyak bagaimana mengungkapkannya dalam bentuk tulisan. he he he he
di postingan ini, sudah saya sediakan tautan ke tools dimaksud#5 Mas Robee
hehehe. ini hanya sebagaian kecil dari optimasi kok mas. tenang saja. yang penting sebenernya sih ya content.
-
Isi memang penting, html code juga penting, untuk ratio yang ideal? sampai saat ini blum ada berapa yang ideal, saya pernah melakukan sedikit percobaan , bisa di lihat disini http://id.articlecillin.com/2008/05/code-to-text-ratio/
mungkin ada yang melakukan percobaan untuk keywords lain, sharing donk
best regard
internet marketing serabutaninternet marketing serabutan terakhir posting di blognya tentang.. Ratio Content Vs HTML Code: A Little Experiment
-
[…] Arti Penting Code to Text Ratio dalam Optimasi Mesin Pencari (SEO) […]
-
ooo ternyata memang ada maknanya ya rasio teks itu..pantesan webagogo masukin kriteria itu..
asumsi saya, semakin strict nulis kode xhtml-nya..kl perlu bener2 make doctype yg strict (xhtml 1.1 ke atas) atau xhtml 1.0 tp ngga pake inline css (dan valid)..maka hrsnya makin bagus rasio teksnya.. (dan juga skor seo analyzer-nya)
tp tulisan mungkin jd didominasi teks..tanpa span, list..eh list jg ternyata banyak make kode2 aja..

dani terakhir posting di blognya tentang.. Web Accessibility Learning from GAWDS Award -
#7
terima kasih tambahannya mas
#8 mas Dani
tapi mas, saya rasa, span dibutuhkan juga lho, terutama untuk hubungannya dengan penekanan keyword. -
asumsi saya dari sudut teknik membaca cepat (bukan hanya dari sudut seo by machine), kl ngga salah karakter/kata2 spesial itu bs ditonjolkan dgn h1-h6, “strong”, “em” yg lbh bermakna scr semantik xhtml..
kl “span” utk penekanan keyword maksudnya gemana ya..
dani terakhir posting di blognya tentang.. Beda Tes Section 508 versi ATRC dan CynthiaSays
-
#11 mas dani
betul mas yang sampeyan bilang. span saya rasa tidak efektif. saya tadinya malah belum terpikir ke arah situ.





